
Wilayah perairan laut mencakup dua pertiga luas wilayah Indonesia secara keseluruhan. Perairan laut itu menyimpan berbagai potensi kekayaan yang jika dikelola dapat bermanfaat bagi kesejahteraan hidup masyarakat.
Hal itu dikatakan Ali Suman, peneliti dari Badan Penelitian Perikanan Laut Jakarta Badan Penelitian dan pengembangan /Litbang Kelautan dan Perikanan. Dari survey yang dilakukan antara tahun 2004 sampai 2006 di perairan Selatan Jawa dan Barat Sumatera, para peneliti berhasil menemukan 529 jenis biota laut yang berpotensi untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Masing-masing 415 termasuk dalam jenis ikan, 68 jenis udang dan kepiting, serta 46 jenis cumi-cumi.Temuan ratusan jenis biota laut ini sangat berguna, karena selama ini pemanfaatan sumber daya laut baru menyentuh daerah laut dangkal pada kedalaman kurang dari 200 meter.
Padahal, perairan laut dangkal hanya mencakup 30 persen dari total lautan yang ada di Bumi. Menurut Ali Suman, potensi penangkapan di selatan Jawa sekitar 42.562 ton per tahun sementara di barat Sumatera ialah sekitar 8.293 ton per tahun.
Jenis biota di selatan Jawa dan barat Sumatera ternyata memiliki perbedaan. Jenis ikan yang ditemukan di Jawa misalnya, umumnya memiliki habitat berlumpur, sedangkan ikan Sumatera memiliki habitat khas di gunung-gunung laut.
Biota di kedua perairan yang diteliti juga memiliki potensi yang berbeda. Menurut Ali di selatan Jawa, kebanyakan biota berpotensi untuk farmakologi. Sedangkan di barat Sumatera, potensinya lebih banyak untuk bahan pangan bernilai ekonomi tinggi
Salah satu spesies yang ditemukan di laut dalam wilayah selatan Jawa adalah kepiting merah raksasa. Kepiting dengan kaki panjang dan capit besar ini berasal dari kedalaman 810 meter serta memiliki berat 3,52 kg.
Jenis lain yang unik adalah Benthodesmus sp yang berasal dari kedalaman 700 meter. Selain itu juga ada jenis ikan yang berkepala besar namun memiliki otak yang relatif kecil, yakni jenis Squalogadus modificatus. Sejumlah udang dan lobster mewah juga ditemukan.
Jenis-jenis tersebut melimpah namun belum banyak dimanfaatkan. Salah satu diantaranya antaranya Plesiopenaeus edwardsianus. Ikan di Sumatera sangat berpotensi untuk diperdagangkan. Menurut Ali, jenis-jenis ikan laut dalam yang ada perlu dimanfaatkan. Jika tidak, ikan-ikan itu akan mati secara alami.
Sejauh ini, pemanfaatan sumber daya laut hanya menyentuh daerah laut dangkal, kedalaman kurang dari 200 meter. Padahal, perairan laut dangkal hanya mencakup 30 persen dari total lautan yang ada di Bumi. Upaya pemanfaatan sumber daya alam laut dalam perlu diperhatikan.
Berdasarkan penelitian, rasio jenis kelamin dari ikan laut dalam dan udang laut dalam yang ditemukan lebih banyak jantan daripada betina. Sementara itu di barat laut Sumatera, terdapat pula ragam jenis ikan lainnya. Beberapa spesies tampak seperti alien, berbentuk aneh.
Misalnya Ostracoberyx dirogens yang punya mata besar dan Setarches guentheri yang berwarna merah dan punya rupa aneh. Adapun jenis-jenis udang yang ditemukan antara lain Heterocarpus laevigatus, Achanthephyra armata, Plesiopenaeus edwarsianus, serta Aristeus virilis. Spesies spesies tersebut ditemukan di kedalaman 400-950 meter. Asm-Ike(5/2/12/)ww
![]()