
Indonesia dapat berbangga diri, karena mobil-mobil buatan anak Indonesia tidak kalah saing dengan mobil-mobil import yang selama ini mendominasi industri otomotif Indonesia. Merk mobil Kiat Esemka buatan Solo, Jawa Tengah, belakangan ramai menjadi incaran publik.
Mobil yang satu ini hebatnya justru dibuat oleh para siswa Sekolah Menengah Kejuruan-SMK. Mobil Esemka memiliki 5 jenis, yakni SUV, pick up double cabin, sedan, pick up single cabin, dan van. Mobil Esemka SUV buatan siswa-siswa SMK 1 Singosari Malang yang dikerjakan tidak kurang dari 50 siswa SMK Singosari Malang dan menghabiskan biaya sebesar 175 Juta Rupiah.
5 jenis mobil Esemka yang lainnya dikerjakan oleh SMK-SMK lainnya. Untuk harganya anda cukup mengeluarkan uang 80 Juta saja untuk mendapatkan mobil Esemka ini. Mobil Kiat Esemka buatan siswa Sekolah Menengah Kejuruan-SMK menjadi kebanggaan Walikota Solo, Joko Widodo, sehingga mobil buatan siswa SMK 2 Surakarta ini dijadikan sebagai mobil dinas sehari-hari.
Berikutnya ada mobil buatan Madiun, Jawa Timur, keluaran PT Industri Kereta Api-INKA, yakni GEA singkatan dari Gulirkan Energi Alternatif. GEA sendiri merupakan mobil berkapasitas 650 cc. Penamaan GEA terkait penggunaan energi alternatif untuk mengantisipasi ancaman krisis energi.
Program riset yang ditujukan untuk membuat mobil nasional ini dimulai sejak 2002. Saat ini mesin GEA masih impor, tetapi 90 persen komponennya dibuat di Indonesia, dan Inka juga dapat memproduksinya secara massal .
Mobil Nasional berikutnya, yakni Tawon. Mobil buatan Rangkasbitung ini, memiliki konsep sebagai mobil rakyat. Pemasaran mobil Tawon ini bukan sebagai kendaraan pribadi, melainkan angkutan umum, seperti taksi. Kendaraan mungil dengan panjang 3,1 meter dan lebar 1,4 meter itu sangat cocok digunakan di perkotaan.
Apalagi kendaraan ini memakai mesin dua silinder dengan kapasitas bahan bakar hanya 0,64 liter, sehingga tergolong sangat irit. Selain itu dipasang perangkat converter, sehingga pengguna bisa beralih ke bahan bakar gas.Ina-Ike(24/1/12)ww
![]()