09.00 - 09.05 GMT + 7

Warta Berita

Untitled Document


 

Share/Save/Bookmark

Tidak Perlu Ada Kekhawatiran Terhadap Penggunaan Surat Berharga Negara Untuk Pembiayaan 2012

Wednesday, 01 February 2012 09:12 Folda Elsynosa
PrintPDF
alt

Pemerintah Indonesia mengandalkan Surat Berharga Negara-SBN sebagai instrumen pembiayaan yang berasal dari utang pada 2012. Sebagai salah satu instrumen pembiayaan yang berasal dari utang, SBN memiliki keunggulan karena currency risk (resiko mata uang)-nya lebih rendah daripada penarikan pinjaman luar negeri yang menggunakan mata uang asing terutama dolar Amerika Serikat.

 

Banyak pihak yang mengkritik langkah pemerintah ini ( mengandalkan SBN untuk pembiayaan yang berasal dari utang pada 2012). Menurut para pengeritik, walaupun SBN memiliki keunggulan dibandingkan penarikan pinjaman luar negeri, namun mengandalkan SBN sangat membahayakan pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan stabilitas pasar keuangan domestik. Khususnya bila terjadi penarikan secara tiba tiba atau sudden reversal dari Surat Berharga Negara domestik mengingat sekitar 30 persen Surat Berharga Negara Indonesia masih dikuasai asing. Persentasi kepemilikan asing atas SBN ini tergolong tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain yang rata rata porsi asingnya sekitar 12 hingga 15 persen.


Pemerintah Indonesia menyadari bahaya penggunaan SBN, oleh karena itu pemerintah telah menyiapkan langkah antisipatif. Pertama, pemerintah telah menunjuk 13 Badan Usaha Milik Negara untuk membeli Surat Utang Negara bila terjadi gejolak atau krisis. Kedua, pemerintah akan menggunakan Saldo Anggaran Lebih untuk membeli SBN dan lain sebagainya yang dijual oleh investor. Ketiga,pengurangan porsi kepemilikan asing atas SBN.


Pengurangan porsi kepemilikan asing perlu menjadi perhatian pemerintah karena berarti menaikkan porsi kepemilikan SBN oleh investor domestik. Selama ini investor domestic kurang berminat membeli SBN karena SBN dipandang tidak tahan goncangan krisis. Bila terjadi krisis maka harga SBN turun. Langkah-langkah yang dilakukan pemerintah untuk menaikkan porsi kepemilikan domestik terhadap SBN antara lain dengan memperluas basis investor domestik seperti investor ritel, perusahaan asuransi, juga dana pensiun. Dengan demikian partisipasi investor domestik akan semakin besar dan diharapkan dapat mengurangi porsi kepemilikan asing. Jadi, tidak perlu ada kekawatiran dengan penggunaan Surat Berharga Negara untuk pembiayaan pada 2012.

 

 

VOI Twitter Updates

voi indonesia
 
voi indonesia English Program on VOI. Network Program in English VOI-RRI Denpasar 17:00 WIB/10:00 UTC and VOI-RRI Banjarmasin... http://t.co/Ua7v80QI
About 15 hours ago
voi indonesia
 
voi indonesia Portuguese President visit Jakarta to meet President Susilo Bambang Yudhoyono
About 16 hours ago
voi indonesia
 
voi indonesia English program now on Voice of Indonesia: http://t.co/iDvPFRuB. Network Program with RRI Denpasar 17:00 WIB with RRI Banjarmasin 20:00 WIB
About 16 hours ago

My Friends:

sapri yadi oktofano djafri lusi capriny duma riris silalahi Mikha Tambayong Novita Agustina Raisa Andriana FENDY YOHAN Muhamad Chaerul Adha WALHI
Follow voiindonesia on Twitter
You are here:   Tidak Perlu Ada Kekhawatiran Terhadap Penggunaan Surat Berharga Negara Untuk Pembiayaan 2012

Tentang Kami

Beriklan Bersama Kamai

Peraturan Penggunaan

Privacy and Cookies

copyright

Share/Save/Bookmark